Tag Archives: Lamunan

Sunset di Kuta

P157

Sore ini Sang Surya agak malu-malu..
Berpamitan pun berbaju awan..

Advertisements
Tagged

Cerita Sang Pemimpi

…………. Berjalanlah, lalu temukan untuk apa kita diciptakan, dan semoga Tuhan akan membukakan tabir-Nya lalu menunjukkan makna sejati kehidupan. Amin…………

 

The_dolphin3

Pernahkah anda merasa terperangkap dalam hidup?    Pernahkah seolah-olah anda terjerat dalam siklus yang hadir dalam ruang dan waktu?  Pernahkah anda merasa kehidupan telah menghisap anda sehingga rasa bahwa kita itu hidup pun ikut menghilang dalam rutinitas, atau bahkan rutinitas itu sudah menjadi kehidupan bagi manusia.   Siklus harian seakan menjadi titah yang tak bisa dibantah.  Bangun tidur, mandi, sarapan, bekerja mencari nafkah, pulang, bersosialisasi, kadang diselingi ritual-ritual berdoa bagi yang menjalankannya dalam berbagai keyakinan, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang sudah menjadi putaran rutinitas.   Seperti itulah hidup diajarkan kepada kita, seperti itulah hidup yang kita jalani.  

Kita tidak mengenal rutinitas ini saat masih kecil bukan? Masa kecil kita penuh dengan mimpi, masa kecil kita penuh dengan pertanyaan, masa kecil kita penuh dengan pengharapan hingga tiba saatnya rutinitas datang menjemput dan kita pun kehilangan mimpi, pertanyaan, dan bahkan kehilangan arti kehidupan.

Beberapa waktu yang lalu saya dan anak-anak menonton sebuah film kartun yang berjudul “The Dolphin: Story of a Dreamer”.1   Walau animasinya tidak sehebat film-film animasi ala Pixar namun film itu telah mengingatkan kembali pada pertanyaan saya “Tuhan, untuk apa saya diciptakan?”.   Dengan banyaknya tuntutan-tuntutan, kita telah melupakan keinginan dan mimpi kita.   Kita larut dalam insting purba untuk survive.    Survival yang tadinya hanya sebatas tujuan antara, kini berubah statusnya menjadi tujuan utama, dan kita pun larut dalam pusarannya.

Daniel Alexander Dolphin adalah seekor anak lumba-lumba yang mendapat secercah kesadaran dari yang Maha Kuasa.   Dia menolak untuk larut dalam siklus survival seperti lumba-lumba lain yang merasa cukup untuk hidup dalam laguna yang aman.   Dia merasa jenuh dengan rutinitas komunitas lumba-lumba yang menghabiskan hari-hari dengan mencari dan menumpuk ikan padahal persediaan makanan mereka sudah lebih dari cukup.   Dia penat dengan jadwal tidur yang harus ditepati, larangan untuk melompati tembok karang dan menyebrang ke laut bebas, dan peraturan-peraturan lain yang sudah menjadi norma hidup bagi mayoritas lumba-lumba.    Daniel memiliki sebuah mimpi, mimpi untuk berselancar di sebuah ombak yang tinggi.   Bagi dirinya mimpi itu adalah tujuan hidupnya, mimpi itu adalah sebuah arti yang menjelaskan untuk apa dirinya lahir ke dunia.   Dan diapun memutuskan untuk meninggalkan laguna demi mengejar mimpinya.

 

 “… someone who listen to the voice of his heart, instead of the voice of the crowds…”

 

Dia rela untuk dibuang dari komunitas demi mengejar mimpinya, demi mencari makna sejati kehidupan, demi menuntaskan dharmanya di dunia.

Dalam pencariannya, Daniel menemukan berbagai macam peristiwa yang menjadi cobaan sekaligus petunjuk bagi perjalanannya, saya tidak akan bahas peristiwa-peristiwa itu saat ini.   Mungkin di lain kesempatan akan dibahas di tulisan yang lain.

Garis besar perjalanan Daniel adalah gambaran kehidupan manusia di dunia.   Manusia hadir dalam bentuk yang suci waktu masih bayi.   Di dalam diri-diri yang suci ini terkandung sebuah tugas a harus dipenuhi dalam kehidupan, sebuah peranan, sebuah dharma.   Namun dengan hingar-bingarnya alam kehidupan, manusia melupakan ini semua hingga banyak yang menutup mata di akhir hayatnya tanpa sempat mengetahui makna sejati dari kehidupan.   Sungguh kita dalam keadaan yang merugi jika hidup dalam kehidupan yang hanya merupakan sebuah rantai survival yang sambung-menyambung. 

Don’t get so caught up in surviving, that you forget to live! –Brent Atwater-2

  Tanpa kita sadari, kehidupan telah mengubah kita menjadi zombie.   Kita tidak lebih dari sebuah robot yang mengabdi pada jasad kita sendiri.   Kita bekerja demi kelangsungan hidup kita, kita menjaga citra diri di depan orang supaya terlihat bagus, dan kita mengikuti apa yang dilakukan kebanyakan orang supaya aman.   Dengan begitu, kita semakin jauh dari diri sejati kita.   Bahkan boleh dibilang, kita sudah tidak mengenal diri kita sendiri.

  Berjalanlah, lalu temukan untuk apa kita diciptakan, dan semoga Tuhan akan membukakan tabir-Nya lalu menunjukkan makna sejati kehidupan. Amin.

 

 

Catatan:

1.             The Dolphin: Story of a Dreamer, adalah sebuah film animasi yang diangkat dari novel karangan Sergio Bambaren.   Website Sergio Bambaren dapat dilihat pada alamat http://www.sergiobambaren.com/

2.             Brent Atwater adalah seorang penulis, seniman, sekaligus pelopor metode penyembuhan alternatif yang telah menulis berbagai macam buku serta menggagas beberapa metode penyembuhan bagi penyakit-penyakit seperti kanker.   Profil dari Brent Atwater dapat dilihat di http://ezinearticles.com/?expert=Brent_Atwater

 

 

Tagged ,

Introspeksi

A : aku nggak suka sama orang yang kalo makan ngunyahnya bunyi.

B: (tertawa)

A: Lho jangan ketawa, ya kamu itu yang ngunyahnya bunyi.

B: wah, justru aku ketawa karena kamu ngomong gitu sementara kamu sendiri ngunyahnya bunyi.

Tagged

Time to Exhale

Ternyata saya nggak sadar kalo selama ini pola hidup saya adalah “inhale, inhale, and inhale”. Hirup semua, hirup sedalam-dalamnya, bahkan bolehh dibilang hirup sampai mampus. Sampai-sampai saya lupa kalau semua yang saya hirup telah membuat saya kepenuhan lalu hidup membawa beban yang tidak diinginkan, namun tidak ada tempat tersisa untuk hal-hal positif yang baru.

It’s time to exhale.. Let go..
Melepas beban yang tak perlu.

Tagged

Cinta dan Matahari

Bagaimana cinta terpancar dari hati? Cinta itu tidak berpendar. Cinta itu tidak melalui penghantar. Cinta beradiasi bagai sinar surya. Walaupun sang pemilik cinta tak terlihat, hangatnya tetap nyata. Walaupun sang pencinta tertutup mega, cahayanya memenuhi ruang dunia. Kalaupun tiba saat sang pencinta pergi, kita tahu bahwa esok pagi dia akan kembali. Kalaupun tiba saat sang pencinta pergi, dia pergi dengan menyisakan rindu di hati. Sang pencinta tidak pernah mengingkari janji. Sang pencinta tidak pilih kasih, dia hanya mencintai dan memberi tanpa peduli siapa yang diberi.

Tagged ,

Let’s Rock the Rock and Roll n Roll

“All you can do is play along at life and hope that sometimes you get it right.”

Dexter episode 103 (season 1, episode 3) “Popping Cherry.”

Kehidupan adalah sebuah bola yang bergulir dalam sebuah alur bercabang tanpa penunjuk arah. Ke cabang mana bola bergulir amat tergantung pada arah condongnya pengendali bola. Walau sepertinya kendali penuh ada di tangan, ada kekuatan maha dahsyat yang menyeimbangkan semesta, sehingga kadang kita harus bertemu dengan sebuah arah yang tak terelakkan. Sebuah akibat tanpa sebab yang mutlak, hanya bisa diterima seraya berdoa. …Dayaku ini semu, hanya bersandar dalam aliranMu, satu²nya yang berdaya…

Tagged

Ngger……

Dari sahabatku Nanang Setyo,

” Ngger, anakku”. ” Lihatlah stupa di puncak candi itu, manis dan indah bukan?”. ” Namun  ketahuilah, bahwa stupa itu tak kan berada di puncak candi dan menjadi indah dipandang,  jikalau tidak ada batu-batu dasar yang rela menjadi pondasi mendungkungnya untuk bisa bertengger di atas”.  ” Pahamilah nak, stupa itu adalah gambaran kedudukanmu kelak sebagai seorang raja dan batu-batu yang rela menjadi pondasi itu, adalah para kawulamu, hamba-hamba sahayamu yang sadar akan titahnya dan merelakan dirinya untuk mendukungmu supaya engkau bisa menduduki tahta kerajaan sebagai seorang penguasa.”. “Oleh sebab itu, jikalau Tuhan memang mentakdirkan dirimu menjadi raja, janganlah kau lupa kepada rakyat jelata kawulamu  yang menaikkan dirimu ke atas puncak dari segala puncak kemegahan kerajaan warisan nenek moyangmu, cintailah dan hargailah sesamamu, terutama rakyatmu yang menderita dan memerlukan uluran tangan kekuasaanmu”.

 

“Duh, Kanjeng Rama dan Ibu, mohon ampunmu bila keputusan saya tak sesuai dengan keinginan Rama-Ibu, namun demi pengembaraan jiwa,  saya berkeberatan untuk menerima mahkota dan singgasana kerajaan”.

” Karena, bagi saya tidaklah penting siapa yang duduk di atas singgasana dan menjadi raja, sebab kunci pelepas kesengsaraan para kawulo alit kaum pribumi bangsa kita tidak terletak pada soal siapa yang menjadi raja, namun lebih dari sekedar itu”. ” Menjadi Raja, penguasa atau apa pun itu namanya hanyalah sebuah status sosial yang jika tidak ati-ati dalam menjalankannya hanya akan menambah ruwet tatanan dan kesengsaraan para kawulo alit.” “Bagi saya, kunci pelepas kesengsaraan para kawulo alit adalah terletak pada jawaban atas satu pertanyaan: siapakah yang mau berjuang membebaskan bangsa kita dari kemiskinan, kebodohan, dan segala keruwetan permasalahan ini, maka apa atau siapa pun itu dan apa pun titah derajat pangkatnya jika ia mau berjuang, ikhlas Bhakti Bina Bangsa, BerBudi Bawa Laksana memayu hayuning bawana, kersanipung Hyang Jagad Wenang bumi nuswantara akan kembali Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerta Raharja.”

Tagged ,

God.. Please Tell Me When to Stop

I’ve been fighting, With every breath I take, Every footsteps, For long… Still going on… I am tired. Please tell me when to stop,
’cause I ain’t gonna stop.

Tagged

Afirmasi Cinta

Menyatakan cinta.. Perlu?
Ternyata perlu. Coba ingat sudah berapa lama sejak kalimat “I love you” anda ucapkan kepada orang yang anda cintai. Seminggu? Dua minggu? Sebulan? Atau bahkan setahun?
Ucapan cinta merupakan afirmasi cinta kita, energi cinta akan terpancar dan dengan ijin Tuhan akan menetap di hati orang² yang kita cintai. Ucapan cinta akan menjadi semacam rekreasi cinta. Mari ucapkan cinta detik ini juga kepada pasangan anda, kakak, adik, ayah, bunda, siapapun.. Lalu nikmati gelora energinya saat cinta baru menghujam hati.

Tagged

Cinta

Showing-love2

Cinta itu amat sangat ajaib. Untuk sebuah eksistensi yang abstrak, kehadiran cinta amat sangat nyata. Keberadaan cinta bisa membuat goresan yang amat sangat dalam di dalam hati setiap makhluk. Jika perih, maka tak terperi sakitnya. Jika indah, maka tak berujung ekstasinya. Siapa sih yang bisa menaruh cinta dalam urutan prioritas terakhir dalam hidupnya? Orang rela menderita demi cinta, rela mati demi cinta, dan mungkin rela menggadaikan Iman demi cinta. Namun di luar itu semua, cinta amat susah diekspresikan. Ekspresi cinta lebih sering disalahartikan daripada dimengerti. Berapa banyak pria yang bertengkar dengan wanita dalam kehidupan percintaan? Vice versa… Betapa susahnya mengerti orang yang kita cintai daripada mengerti orang lain. Semua hanya karena ekspresi cinta yang tidak sampai.

Contoh lain adalah cinta orang tua kepada anak. Karena kecintaan pada anaknya, seringkali orang tua malah menjadi musuh anak²nya sendiri. Panduan dan bimbingan orang tua lebih dirasakan sebagai penjara dibanding panduan dan perwujudan kasih sayang. Waktu kecil saya pernah dimarahi orang tua karena menyebrang jalan tanpa melihat kiri kanan, mereka melakukan karena sayang. Tapi di mata saya kemarahan itu hanyalah kemarahan, dan saya tidak suka dimarahi. Sewaktu dewasa, orang tua seringkali ikut campur dalam hidup. Ngatur ini lah.. Itu lah.. Bahkan kadang ikut mengurusi urusan rumah tangga. Semua demi menunjukkan cinta. Apakah bisa dimengerti oleh anak? Belum tentu.. Cinta memang aneh.. Seringkali kita berakhir membenci orang yang tadinya kita amat sangat cintai.. Segera cintai mereka lagi sebelum terlambat, carilah makna dibalik ekspresi yang tak pernah sampai.

Tagged