Monthly Archives: April 2012

Starting With The Man in The Mirror

Suatu hari saya mengobrol dengan seorang teman sambil melepas lelah. Seperti halnya tipikal obrolan orang Indonesia lainnya, obrolan kami pun menjurus kepada nasib negara yang carut marut ini. Tentang ketidakteraturan, pengurusan yang kacau, dan puluhan hal lain yang terlalu rumit untuk dikupas. Tak terasa waktu berlalu, hingga sayup-sayup terdengar sebuah lagu lama dari Michael Jackson.. “I’m starting with the man in the mirror
I’m asking him to change his ways
And no message could have been any clearer
If you wanna make the world a better place
Take a look at yourself and then make a change…”

Ya! Bener.. Cukup sudah ngobrolnya.. Mari bikin sesuatu mulai dari hal yang paling dekat dan paling kecil. Wisnu Wijayanto

Advertisements

High and Dry

 Dan mereka pun datang lagi,

berbondong menuju rumah Mu,

berdiri, menunduk, bersimpuh, menangis tersedu

mereka memujaMu wahai satu-satunya Dia..

Aku pun ingin tapi Kau tak memberiku ingin,

aku berkehendak namun Kau tak ingin aku berkehendak,

mengabdi (a’bud) tanpa bertanya,

mengikuti tanpa prasangka.. Itulah aku..

Dan mereka pun datang kembali,

tanpa sempat melihat tubuhku yang layu,

kering badanku karena merinduMu,

tak usahlah air datang jika Kau tak ingin..

Dan mereka pun pulang berlenggang,

dan aku kian terpanggang,

kering.. Lalu mati.

Begitulah kisah yang dituturkan oleh bunga kering dalam pot di samping mesjid tadi sore, puluhan orang datang silih berganti namun tidak ada yang meluangkan waktu untuk memberinya sedikit air.  Dia mati sebagai sebagai satu dari ribuan contoh yang Allah tebarkan di bumi untuk manusia, yang senantiasa berlomba untuk mengumpulkan pahala di kantongnya, mencari celah kecil untuk melarikan diri dari neraka, dan selalu mencari jalan pintas menuju surga.. Tidak peduli akan sekelilingnya dan lupa untuk berserah diri.