Tentang Kita

Apa pendapat anda terhadap seorang anak yang durhaka? Yang nggak mau tau orang tuanya punya kemampuan seperti apa, Pokoknya ngotot minta A dan harus terpenuhi A tanpa peduli apa pun kendala yang harus dihadapi orang tuanya. Ya kurang lebih seperti itu lah sikap kita selalu. Contoh paling dekat adalah demo menentang kenaikan harga bbm yang terjadi bersamaan dengan saat saya mengetik omong kosong ini di halaman belakang rumah sambil sayup-sayup mendengar suara TV yang memberitakan kejadian di Jakarta dan Makassar.
Mungkin sebagian orang sudah mencibir saat membaca omong kosong ini sampai di sini. Silahkan 😀
Tapi pernah juga nggak anda ketemu sama orang tua yang dzalim? Yang anaknya perlu ini itu bilang nggak punya duit, sementara orang tua itu masih punya duit untuk beli rokok.. Astaghfirullah. Ada kok.. Saya pernah ketemu. Nah, begitulah kira-kira model pemerintah kita. Jadi klop bener ya? Anak durhaka yang punya orang tua dzalim 😀
Lho terus gimana? Ya timbang-timbang sendiri deh.. Kalo kata guru saya dulu anak itu mesti berlaku baik sama orang tua, bahkan untuk menolak pun caranya harus dengan cara yang sebaik-baiknya. Hubungan dengan pemimpin negara? Kata guru saya juga harus manut sama ulil amri..
Kalo yang di bawah kategorinya anak durhaka dan yang di atas orang tua dzalim, siapa yang rusak coba? Kita semua dong ya? Berarti semua harus ngaca dulu. Ada nggak yang harusnya pake pertamax tapi masih pake premium? Emang sih, kayaknya ukuran mampu dan tidak sering jadi grey area karena semua pengen ngirit :p
Ada yang bilang “gua kan punyanya motor doang, jadi kategorinya belum mampu”. Lucunya ini orang pake smartphone, punya ipad, dan lain-lain.. Oh, sangat tidak mampu :)) pasti aplikasi di ipadnya juga banyak bajakan dengan alesan nggak mampu beli aplikasi original. Ibarat ada orang punya hajat, catering udah dipesenin untuk maksimal eh tau-taunya yang makan berlipat ganda.. rugi bandaaaar :))
Eh, belum cukup dengan 2 karakter.. Ada lagi kerabat-kerabatnya yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, mencari muka di tengah-tengah tangisan anak dan repotnya orang tua.
Ya gitu deh..
Akhirnya lebih baik saya kembali menikmati FCOM, FCTM, dan buku-buku lain yang belum selesai saya baca sambil berdoa mudah-mudahan sang anak nggak nakal lagi dan orang tuanya sadar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: