Monthly Archives: September 2011

Dance With The Devil

Hari itu iblis bertanya :

“Maukah kau menari denganku? Mengelilingi api yang membakar gairah?”

Setelah diam sejenak iblis kembali berkata :

“Tidakkah engkau resah kawan? Tidakkah engkau merasa seluruh nafsu yang terkungkung meronta di dalam dadamu? Tidakkah kau rasakan angkara yang merambat dari dada ke pundak lalu ke tengkuk kemudian leher lalu menegangkan urat pelipis di samping kepalamu? Tidak kah kau merasakan sakitnya bahumu menahan gejolaknya? Nafsumu adalah pemenuh kebutuhanmu. Hanya dengan mengikutinya engkau akan bisa bernafas lega. Bagaimana bisa engkau menjadi orang baik yang sepenuh hati beribadah jika segalanya memberontak?”

Iblis terdiam lagi, kali ini matanya yang kemerah-merahan menyapu seluruh tubuhku. Setiap jengkal pandangannya bergeser ada rasa merinding yang kurasakan. Lalu ia kembali berucap :

“Apa yang engkau tunggu wahai anak manusia? Masih engkau percaya bualan orang-orang itu tentang kebaikan? Apakah engkau tidak pernah menyadari bahwa kehadiranku bukan untuk menipu? Aku adalah pengacaramu; yang akan membenarkan setiap doronganmu. Akulah penjaja pembenaran di kala engkau kehabisan alasan”.

to be continued….

Advertisements