Monthly Archives: November 2010

Tunggu Jalan Yang Lurus!

Suatu hari saya dan seorang teman pergi bersama.   Sebenarnya nyaris tanpa tujuan,  hanya untuk mengobrol setelah sekian lama tidak berjumpa.  Waktu boleh berganti, status boleh meningkat, namun warna dasar kita rupanya susah untuk berubah.  Sapuan-sapuan kuas kehidupan sejak kecil sangat menentukan wujud utuh kita saat menjadi manusia dewasa.   Teman saya ini sejak dahulu adalah orang yang selalu berpandangan negatif tentang apapun, begitu pula hari ini.   Sejak awal bertemu dia tak henti-hentinya mengeluh dan menunjukkan berbagai macam status teman-temannya di berbagai jejaring sosial. 


“Ini lho Nu.. Orang ini tukang mabok tapi tiap hari statusnya selalu ayat-ayat kitab suci.. Apa nggak maluuuuuu.. “ begitu katanya.   Selang beberapa waktu kemudian lagi-lagi dia berkata “Nah, yang ini di depan orang aja ngomong baik. Sok suci, sok nasehatin orang, sok paling bener.. padahal kalo lu tau kelakuannya sehari-hari pasti males dengerinnya”.    Dan awal perjumpaan kami pun diisi dengan puluhan komentar lain yang sejenis.   Saya hanya tersenyum, karena memang saya kenal betul dengan teman saya ini.  Kemudian dia bertanya, “menurut pendapat lu gimana Nu? Enaknya diapain nih orang-orang munafik begini?”.   Lagi-lagi saya hanya tersenyum dan diam.


Semakin lama ternyata teman saya ini tidak bisa dipuaskan hanya dengan diam dan senyum, rupanya tanggapan saya benar-benar sesuatu yang penting hihihi.. Padahal saya kurang suka ngomongin orang di belakang.  Akhirnya saya bilang “bentar euy, lagi ribet nyupir.. tunggu jalanan yang benar-benar lurus dulu ya”.   Lalu saya pun melanjutkan menyupir.   kadang belok kiri, kadang belok ke kanan.   Bukannya sengaja lewat jalan yang belok-belok, tapi di bagian kota ini memang jalanan tidak ada yang benar-benar lurus.  


Rupanya pernyataan saya sebelumnya salah, teman saya ini sudah berubah.  Tidak hanya selalu memandang negatif namun juga menjadi orang yang tidak sabaran.   Dengan jengkel dia berkata “Kalo nunggu jalan lurus kapan ngomongnya woy? Udah tau susah dapet jalan yang benar-benar lurus”.   Saya jawab “Nah itu lah jawaban pertanyaan lu tadi.. Susah cari jalan yang benar-benar lurus.  Kalo nungguin jalan lurus dulu baru ngomong, kapan kita bisa saling menasehati?”.


Seharusnya kita berbahagia jika bisa mencongkel secuil kebaikan dari segunung kejahatan.  Setiap kata kebaikan adalah kalimat dari Tuhan, apapun speaker yang dipilih Tuhan untuk menyampaikannya kepada kita.


kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran... (QS Al-Ashr 103:3).

Advertisements
Tagged

Cinta dan Matahari

Bagaimana cinta terpancar dari hati? Cinta itu tidak berpendar. Cinta itu tidak melalui penghantar. Cinta beradiasi bagai sinar surya. Walaupun sang pemilik cinta tak terlihat, hangatnya tetap nyata. Walaupun sang pencinta tertutup mega, cahayanya memenuhi ruang dunia. Kalaupun tiba saat sang pencinta pergi, kita tahu bahwa esok pagi dia akan kembali. Kalaupun tiba saat sang pencinta pergi, dia pergi dengan menyisakan rindu di hati. Sang pencinta tidak pernah mengingkari janji. Sang pencinta tidak pilih kasih, dia hanya mencintai dan memberi tanpa peduli siapa yang diberi.

Tagged ,

I Wanna Be Free, The Monkees.

Nwhi-flying-bird

I wanna be free,
Like the bluebirds flying by me,
Like the waves out on the blue sea.
If your love has to tie me, don't try me,
Say goodbye.

I wanna be free,
Don't say you love me, say you like me.
But when I need you beside me,
Stay close enough to guide me, confide in me,
Woh-oh.

I wanna hold your hand,
Walk along the sand.
Laughing in the sun,
Always having fun.
Doing all those things,
Without any strings to tie me down.

I wanna be free,
Like the warm September wind, babe.
Say you'll always be my friend, babe.
We can make it to the end, babe, again, babe,
I've gotta say.
I wanna be free.
I wanna be free.
I wanna be free. 

Tagged