Monthly Archives: September 2010

Afirmasi Cinta

Menyatakan cinta.. Perlu?
Ternyata perlu. Coba ingat sudah berapa lama sejak kalimat “I love you” anda ucapkan kepada orang yang anda cintai. Seminggu? Dua minggu? Sebulan? Atau bahkan setahun?
Ucapan cinta merupakan afirmasi cinta kita, energi cinta akan terpancar dan dengan ijin Tuhan akan menetap di hati orang² yang kita cintai. Ucapan cinta akan menjadi semacam rekreasi cinta. Mari ucapkan cinta detik ini juga kepada pasangan anda, kakak, adik, ayah, bunda, siapapun.. Lalu nikmati gelora energinya saat cinta baru menghujam hati.

Advertisements
Tagged

Cinta

Showing-love2

Cinta itu amat sangat ajaib. Untuk sebuah eksistensi yang abstrak, kehadiran cinta amat sangat nyata. Keberadaan cinta bisa membuat goresan yang amat sangat dalam di dalam hati setiap makhluk. Jika perih, maka tak terperi sakitnya. Jika indah, maka tak berujung ekstasinya. Siapa sih yang bisa menaruh cinta dalam urutan prioritas terakhir dalam hidupnya? Orang rela menderita demi cinta, rela mati demi cinta, dan mungkin rela menggadaikan Iman demi cinta. Namun di luar itu semua, cinta amat susah diekspresikan. Ekspresi cinta lebih sering disalahartikan daripada dimengerti. Berapa banyak pria yang bertengkar dengan wanita dalam kehidupan percintaan? Vice versa… Betapa susahnya mengerti orang yang kita cintai daripada mengerti orang lain. Semua hanya karena ekspresi cinta yang tidak sampai.

Contoh lain adalah cinta orang tua kepada anak. Karena kecintaan pada anaknya, seringkali orang tua malah menjadi musuh anak²nya sendiri. Panduan dan bimbingan orang tua lebih dirasakan sebagai penjara dibanding panduan dan perwujudan kasih sayang. Waktu kecil saya pernah dimarahi orang tua karena menyebrang jalan tanpa melihat kiri kanan, mereka melakukan karena sayang. Tapi di mata saya kemarahan itu hanyalah kemarahan, dan saya tidak suka dimarahi. Sewaktu dewasa, orang tua seringkali ikut campur dalam hidup. Ngatur ini lah.. Itu lah.. Bahkan kadang ikut mengurusi urusan rumah tangga. Semua demi menunjukkan cinta. Apakah bisa dimengerti oleh anak? Belum tentu.. Cinta memang aneh.. Seringkali kita berakhir membenci orang yang tadinya kita amat sangat cintai.. Segera cintai mereka lagi sebelum terlambat, carilah makna dibalik ekspresi yang tak pernah sampai.

Tagged

Kepepet atau Kepepet?

Begitu mudah ya menjawab pertanyaan manusia. Baru saja mempertanyakan suatu hal yang katanya dilakukan karena kepepet. A: Kenapa harus korupsi mas?
B: Kepepet kita mas, kalo nggak gini ya nggak makan kita.. Saya cuma berandai-andai, misalnya pertanyaan itu ditanyakan oleh malaikat di alam kubur. Malaikat: Kenapa harus korupsi mas?
B: Kepepet kita mas malaikat, kalo nggak gini ya nggak makan kita.. Malaikat: Beneran kepepet? Matikah anda kalo nggak korupsi? Apa nggak ada jalan lain untuk cari uang tambahan selain korupsi?

*Duarrr!! Cari jawaban di dunia memang gampang, tapi ketika yang menjawab bukan mulut, ketika pertanyaan dihujamkan ke dalam hati, bisakah menjawab dengan jawaban yang sama?
Kalo bisa, berarti memang kepepet. Kalo nggak bisa, berarti anda belum kepepet. Selamat malam para koruptor, mudah²an Tuhan menghujam hati kalian malam ini.

Tagged ,

Baca deh yang suka ganti warna lampu rem atau pake lampu hazzard sambil jalan..

PP No. 44 Tahun 1993

Paragraf 10

Lampu-Lampu dan Alat Pemantul Cahaya

 

Pasal 29

 

(1) Setiap kendaraan bermotor harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan alat pemantul cahaya yang meliputi :

a. lampu utama dekat secara berpasangan;

b. lampu utama jauh secara berpasangan, untuk kendaraan bermotor yang mampu mencapai kecepatan lebih dari 40 km per jam pada jalan datar;

c. lampu penunjuk arah secara berpasangan di bagian depan dan bagian belakang kendaraan;

d. lampu rem secara berpasangan;

e. lampu posisi depan secara berpasangan;

f. lampu posisi belakang secara berpasangan;

g. lampu mundur;

h. lampu penerangan tanda nomor kendaraan bermotor di bagian belakang kendaraan;

i. lampu isyarat peringatan bahaya;

j. lampu tanda batas secara berpasangan, untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 milimeter;

k. pemantul cahaya berwarna merah secara berpasangan dan tidak berbentuk segitiga.

 

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku untuk sepeda motor.

 

 

Pasal 30


(1) Lampu utama dekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf a berjumlah 2 (dua) buah, berwarna putih atau kuning muda yang dipasang pada bagian muka kendaraan dan dapat menerangi jalan pada malam hari dengan cuaca cerah sekurang-kurangnya 40 meter ke depan kendaraan.

(2) Tepi terluar permukaan penyinaran lampu utama dekat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter dan tidak boleh melebihi 400 milimeter dari sisi bagian terluar kendaraan.

 

Pasal 31


(1) Lampu utama jauh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf b berjumlah genap, berwarna putih atau kuning muda yang dipasang pada bagian muka kendaraan.

(2) Lampu utama jauh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat menerangi jalan pada malam hari dalam keadaan cuaca cerah sekurang-kurangnya :

a. 60 meter untuk kendaraan bermotor yang dirancang dengan kecepatan lebih besar dari 40 km/jam dan tidak lebih dari 100 km/jam;

b. 100 meter untuk kendaraan bermotor yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam.

(3) Tepi terluar permukaan penyinaran lampu utama jauh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter dan tidak boleh lebih dekat ke sisi bagian terluar kendaraan dibandingkan dengan tepi terluar permukaan penyinaran lampu utama dekat.

 

Pasal 32

(1) Lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf c berjumlah genap dan mempunyai sinar kelap-kelip berwarna kuning tua dan dapat dilihat pada waktu siang atau malam hari oleh pemakai jalan lainnya.

(2) Lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter di samping kiri dan kanan bagian depan dan bagian belakang kendaraan.

 

Pasal 33

(1) Lampu rem sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf d, berjumlah dua buah dan berwarna merah yang mempunyai kekuatan cahaya lebih besar dari lampu posisi belakang.

(2) Lampu rem sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter di kiri dan kanan bagian belakang kendaraan.

 

Pasal 34

(1) Lampu posisi depan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf e, dipasang di bagian depan berjumlah dua buah berwarna putih, atau kuning muda.

(2) Lampu posisi depan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dapat bersatu dengan lampu utama dekat.

(3) Lampu posisi depan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter dan harus dapat dilihat pada malam hari dengan cuaca cerah pada jarak sekurang-kurangnya 300 meter dan tidak menyilaukan pemakai jalan lainnya.

(4) Tepi terluar permukaan penyinaran lampu posisi depan, tidak boleh melebihi 400 milimeter dari sisi bagian terluar kendaraan.

 

Pasal 35

(1) Lampu posisi belakang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf f, berjumlah genap, berwarna merah dan dipasang pada bagian belakang kendaraan.

(2) Lampu posisi belakang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter dan harus dapat dilihat pada malam hari dengan cuaca cerah pada jarak sekurang-kurangnya 300 meter dan tidak menyilaukan pemakai jalan lainnya.

(3) Tepi terluar permukaan penyinaran lampu posisi belakang tidak boleh melebihi 400 milimeter dari sisi bagian terluar kendaraan.

 

Pasal 36

(1) Lampu mundur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf g, berwarna putih atau kuning muda dan tidak menyilaukan atau mengganggu pemakai jalan lain.

(2) Lampu mundur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter dan hanya menyala apabila penerus daya digunakan untuk posisi mundur.

 

Pasal 37

Lampu penerangan tanda nomor kendaraan bermotor bagian belakang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf h, dipasang dengan baik sehingga dapat menerangi tanda nomor kendaraan pada malam hari dengan cuaca cerah dan dapat dibaca pada jarak sekurang-kurangnya 50 meter dari belakang.

 

Pasal 38

Lampu isyarat peringatan bahaya seperti dimaksud dalam Pasal 29 huruf i, menggunakan lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 yang menyala secara bersamaan dengan sinar kelap-kelip.

 

Pasal 39

Lampu tanda batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf j, berjumlah dua buah, berwarna putih atau kuning muda dan dipasang di bagian depan kiri atas dan kanan atas kendaraan serta dua buah berwarna merah dipasang di bagian belakang kiri atas dan kanan atas kendaraan.

 

Pasal 40

(1) Pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal29 huruf k, berjumlah genap, berwarna merah serta dipasang di bagian belakang kendaraan.

(2) Pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat dilihat oleh pengemudi kendaraan lain yang berada di belakangnya pada malam hari dengan cuaca cerah dari jarak sekurang-kurangnya 100 meter, apabila pemantul cahaya tersebut disinari lampu utama kendaraan dibelakangnya.

(3) Tepi bagian terluar pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak boleh melebihi 400 milimeter dari sisi terluar kendaraan.

 

Pasal 41

Sepeda motor dengan atau tanpa kereta samping harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan pemantul cahaya yang meliputi :

a. lampu utama dekat;

b. lampu utama jauh, apabila mampu mempunyai kecepatan melebihi 40 km per jam pada jalan datar;

c. lampu penunjuk arah secara berpasangan di bagian depan dan bagian belakang sepeda motor;

d. satu lampu posisi depan;

e. satu lampu posisi belakang;

f. satu lampu rem;

g. satu lampu penerangan tanda nomor kendaraan di bagian belakang;

h. satu pemantul cahaya berwarna merah yang tidak berbentuk segitiga.

 

Pasal 42

(1) Lampu utama dekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a, paling banyak dua buah, berwarna putih atau kuning muda dan dapat menerangi jalan pada malam hari dengan cuaca cerah, sekurang-kurangnya 40 meter ke depan sepeda motor.

(2) Jika sepeda motor dilengkapi dengan lebih dari satu lampu utama dekat, maka lampu utama dekat harus dipasang secara berdampingan sedekat mungkin.

 

Pasal 43

(1) Lampu utama jauh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b, paling banyak dua buah, berwarna putih atau kuning muda dan dapat menerangi jalan secukupnya pada malam hari dalam keadaan cuaca cerah sekurang-kurangnya 100 meter ke depan sepeda motor.

(2) Jika sepeda motor dilengkapi dengan lebih dari satu lampu utama jauh, maka lampu utama jauh harus dipasang secara berdampingan sedekat mungkin.

 

Pasal 44

(1) Lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c, berjumlah genap dengan sinar kelap-kelip berwarna kuning tua, dan dapat dilihat pada waktu siang maupun malam hari oleh pemakai jalan lainnya.

(2) Lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipasang secara sejajar di sisi kiri dan kanan bagian muka dan bagian belakang sepeda motor.

 

Pasal 45

(1) Lampu posisi depan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf d, berjumlah paling banyak dua buah, berwarna putih atau kuning muda.

(2) Lampu posisi depan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat dilihat pada malam hari dengan cuaca cerah pada jarak sekurang-kurangnya 300 meter dan tidak menyilaukan pemakai jalan lainnya.

(3) Jika sepeda motor mempunyai dua lampu posisi depan, lampu-lampu itu harus berdampingan sedekat mungkin.

 

Pasal 46

Lampu posisi belakang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf e, berjumlah satu berwarna merah yang dapat dilihat pada waktu malam hari dengan cuaca cerah pada jarak sekurang-kurangnya 300 meter dan tidak menyilaukan pemakai jalan lainnya.

 

Pasal 47

Lampu rem sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf f, berwarna merah yang kekuatan cahayanya lebih besar dari lampu posisi belakang yang dipasang pada bagian belakang sepeda motor.

 

Pasal 48

Lampu penerangan tanda nomor kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf g, dapat menerangi tanda nomor kendaraan sehingga dapat dilihat pada waktu malam hari dengan cuaca cerah pada jarak sekurang-kurangnya 30 meter dari belakang.

Tagged

Bersyukur.. Bersyukur dan Bersyukur…

 


You seem to find the dark when everything is bright.
You look for all that’s wrong instead of all that’s right.
Does it feel good to you to rain on my parade?
You never say a word unless it’s to complain.
It’s driving me insane…

If I were you, holding the world right in my hands,
the first thing I’d do is thank the stars for all that I have.
If I were you…

Look what surrounds you now more than you’ve ever dreamed.
Have you forgotten just how hard it used to be?
So what’s it going to take for you to realize
it all could go away in one blink of an eye?
It happens all the time…

If I were you, holding the world right in my hands,
the first thing I’d do, is thank the stars above, tell the ones I love
that I do…

IF I WERE YOU,
IF I WERE YOU
IF I WERE YOU,
IF I WERE YOU

So what’s it going to take for you to realize
it all could go away in one blink of an eye?
It happens all the time…

If I Were You,
holding the world right in my hands,
the first thing I’d do,
is thank the stars above,
for the ones I love,
take a breath and enjoy the view,
live the life that I wanted to.
If I Were You…
If I Were You…

———————————————————————————

Ingatkah kapan terakhir kali kita bersyukur?

Bukan mengucap syukur, tapi bersyukur.

Nafsu bagai hewan liar, semakin diberi makan semakin lapar..

Semakin diikatpun, akan semakin galak..

Dengan bersyukur maka pintu pengenalan diri akan terbuka.

Sang Aku pun akan mampu mengendalikan kendaraannya di dunia.

InsyaAllah..

 

 

Tagged ,

Dia sang Pemaaf

“Bahkan dengan dosa²ku, Engkau masih ijinkan sinar surya menghangatkan jiwaku pagi ini. Ajari aku menjadi pemaaf seperti Engkau memaafkanku…”

 


Tagged ,

Ada Yang Lebih Baik? Silahkan..

Question-mark

Setelah berbincang² dengan salah seorang sesepuh, banyak hal berharga yang bisa dipetik kemudian menjadi bahan renungan. Salah satunya adalah ketika beliau bercerita sewaktu menjadi salah satu penentu kebijakan, dimana seringkali diprotes orang karena ketidakpuasan. Beliau selalu menanggapi semua protes dengan besar hati, mendudukkan orang sama tinggi, lalu memaparkan bagaimana proses sebuah keputusan diambil, lalu diakhiri dengan pertanyaan “ada yang lebih baik? Silahkan..” 🙂 Memang orang² seperti kita sangat mudah untuk tidak puas terhadap sebuah keputusan atau kebijakan, baik itu dari pimpinan ataupun pemerintah sebagai otoritas. Namun alangkah baiknya jika kita pun mau mengetahui bagaimana proses sebuah keputusan itu dihasilkan. Jika masih tidak puas, dan memiliki solusi yang lebih baik, silahkan mengajukan. Tentu saja kebesaran hati sang pembuat kebijakan pun amat dibutuhkan dalam hal ini. Tanpa “good will” untuk menerima masukan, maka Percuma saja kita mengajukan solusi yang lebih baik. Saya pribadi sering gerah jika ada orang yang bisanya cuma teriak tanpa solusi. Saya juga gerah jika ada pimpinan yang tidak mau di kritik. Saya pun sedih melihat ada orang yang tidak puas tapi ngotot untuk bertahan. Jika tidak punya solusi dan tetap tidak puas? alangkah baiknya kalau kita mundur pelan², mungkin tempat kita bukan di situ 🙂

14:10:58 Sat, Sep 11, 2010 Rumah Bintaro Gambar diambil dari http://askville.amazon.com/SimilarQuestions.do?req=stinkin‘+question+mark

Tagged

Trust is all a team needs..

“Who has the most delusions? Me.. And I trust you” Murdock to Face – the A team –

Tagged

Undercover Judgement

“don’t judge a book by its cover” ↠ but remember that “your cover is what everybody sees”

Tagged