Monthly Archives: August 2010

3 in 1

Sejuknya siang ini di dalam mesjid yang teletak di sebelah Barat hangar. Jendela-jendelanya yang besar dan terbuka membawa kesegaran angin di tengah cuaca yang panasnya menggigit ini.
Sejenak alam pikiranku melayang pada filosofi atap mesjid ini. Atap mesjid ini terdiri dari 3 susun. Ketiga susunan ini merupakan simbol dari perjalanan hidup manusia: kelahiran, kehidupan, dan kematian. Walaupun tingkatan yang kedua adalah kehidupan, tapi tanpa satu tingkat saja atap itu tidak lengkap. Begitu pula perjalanan manusia, tanpa satu dari tiga tahap tersebut maka perjalanannya pun tidak lengkap. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang harus senantiasa dalam jangkauan kepedulian dan berjalan berimbang dalam prioritas. Ketiga tingkatan itu lalu ditutup dengan tulisan اَللّهُ di puncaknya melambangkan bahwa ketiga tahapan tersebut tujuannya adalah untuk kembali kepada sang pencipta.. Sang Maha Hidup.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengingatkan kembali tentang sederhananya perjalanan ini..
Terciptanya aku adalah untuk kembali padaMu..

Advertisements
Tagged

Do The Right Thing

Do_the_right_thing

Apakah semua yang kita lakukan adalah untuk hidup benar?
Baru saja Tuhan menyentil hatiku walau tidak secara langsung.
Dalam berbuat sesuatu dalam kehidupan, apakah yang menjadi tolok ukur kebenaran itu? Pandangan/perasaan orang kah? Atau kebenaran hakiki?
Ingat.. Hidup benar berbeda dengan hidup (terlihat) baik.
Tanyalah hati nurani.. Sesungguhnya Tuhan menaruh nurani untuk membisikkan kebenaran dalam hidup kita.
Percayalah padanya, bukan pada pada prasangka/penilaian orang.

‘Pandangan mata.. Selalu melulu.. Pandangan hati itu yang hakiki.. Bila hati itu bersih..’ -A’a Gym, dalam sebuah nasyhid yang aku lupa judulnya-

Tagged

Penjara Hati

Siapa bilang kita sudah merdeka?
Sudahkah jiwa kita bebas memilih jalannya?
Seringkali jiwa ini dipagari oleh penjara hati.
Penjara yang sebenarnya tidak jelas apa maunya.
Penjara yang selalu membatasi kita dengan pamrih, gengsi, takut malu, harga diri, dan lain sebagainya.
Penjara ini membuat kita tidak lagi menjadi diri kita, bahkan lebih gawat lagi… Tidak mengenal diri kita sendiri.

Tagged

Anything?

250px-wisnu_solo

I’ve been told to post anything on this ‘Posterous’ thingy. What should I post?

Gambar ini adalah gambar wayang yg saya kutip secara serampangan dari awan jaringan antah-berantah. Yak betul, gambar Dewa Wisnu, seperti nama dewanya orang Hindu walau saya bukan orang Hindu.
Di negeri tempat saya hidup, sudah biasa untuk menamai anak dengan nama apapun. Tidak perlu meributkan darimana asal atau agamanya. Tapi itu dulu, sekarang lain lagi. Sekarang jaman ekstrim. Kalo nggak ‘ngarab’ kayaknya kurang muslim, kalo namanya terlalu ‘original’ dibilang ndeso.

Segala puji bagi Tuhan, nama saya tidak pernah menyulitkan saya selama hidup. Whew, ngapain ya ini panjang-panjang? Tadinya kan cuma mau ngetes hehehe..
Buat yg singgah, salam kenal..